Bayangkan pulang kerja dengan kaki pegal, pundak kaku, dan kepala terasa berat. Saat itu, yang dibutuhkan bukan hanya istirahat, tapi juga sentuhan relaksasi. Reflexology bisa jadi pilihan, tapi mungkin kamu bertanya-tanya: kapan waktu terbaik melakukan reflexology agar manfaatnya benar-benar terasa?
Kenapa Waktu Penting dalam Reflexology?
Reflexology bukan sekadar pijat kaki. Teknik ini menstimulasi titik saraf tertentu pada tubuh yang berhubungan dengan organ vital. Jika dilakukan di waktu yang tepat, hasilnya lebih maksimal: tubuh segar, pikiran tenang, dan kualitas tidur meningkat.
Kapan Waktu Terbaik Melakukan Reflexology?
1. Setelah Aktivitas Seharian
Setelah bekerja atau beraktivitas padat, reflexology membantu mengendurkan otot, mengurangi rasa pegal, sekaligus memperbaiki mood.
2. Saat Tubuh Mulai Terasa Pegal
Tidak perlu menunggu sakit parah. Begitu muncul tanda-tanda tubuh lelah, reflexology bisa jadi solusi alami untuk mencegah ketegangan semakin parah.
3. Akhir Pekan untuk Self-Care
Weekend adalah momen tepat untuk memanjakan diri. Reflexology bisa menjadi bagian dari ritual self-care yang membuat tubuh siap menghadapi minggu baru.
4. Menjelang Tidur Malam
Melakukan reflexology di malam hari membantu menenangkan sistem saraf dan membuat tidur lebih nyenyak.
Tips dari Terapis Kiyo Reflexology
Idealnya lakukan reflexology 1–2 kali seminggu agar tubuh tetap bugar.
Minum air putih setelah terapi untuk membantu detoksifikasi.
Kombinasikan dengan Japanese Head Spa atau Javanese Foot Spa di Kiyo Reflexology agar relaksasi lebih menyeluruh.
![kiyo beauty 20240415 122704 0000[1]](https://kiyoreflexology.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-Kiyo_Beauty_20240415_122704_00001-scaled-1-202x113.png)